Gemericik hati

28 Feb 2011

Pagi itu terasa beda. Hujan yang tiada hentinya mengguyur kotaku tercinta, membuat ku enggan untuk memulai aktivitas hari senin ini. Bukan hanya hujan saja, tapi keenggananku yang terbesar adalah bertemu dengan mu hari ini.

Lelaki yang dengan setia menungguku di lobi utama dan menemaniku sampai lantai tepat dimana kantorku berada. Begitupun saat makan siang dan makan malam, kau dengan sabar menemaniku mencari makanan yang aku suka. Karena pada dasarnya aku sangat pemilih dalam hal makanan :)

Bukannya aku tidak menyukai perhatianmu selama ini. Perempuan mana yang tidak suka diperhatikan, tapi aku hanya ingin kepastian. Kepastian, apakah kamu akan terus menemani langkah-langkahku ini dan menjagaku sepanjang sisa hidupmu?

Yang aku ingat, seminggu lalu aku telah mencoba berkata tidak padamu. Nada suaraku meninggi dan kuminta kamu berhenti untuk menunggu dan menemaniku. Kuberharap kau akan meninggalkanku saat itu juga dan itu akan jauh lebih mudah untuku.

Tapi semua perkiraanku salah, kau hanya tersenyum, senyum yang selalu membuat hatiku berdetak kencang..meraih dan menggenggam tanganku. Dan kamipun melangkah bersama kembali sampai saat ini.


TAGS hati cerpen fiksi gemericik


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post